Friday, July 4, 2014

Obat Herbal Tidak Aman Untuk Penyembuhan Diabetes, Benarkah?

Pembahasan tentang penyembuhan diabetes memang selalu jadi topik yang menarik untuk disimak. Sebagaimana kita ketahui, Diabetes Melitus (Kencing Manis) adalah penyakit di mana kadar glukosa di dalam darah menjadi sangat tinggi. Penyebabnya antara lain adalah karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin dengan cukup.
Insulin sendiri adalah hormon yang dilepas oleh pankreas, dan menjadi zat utama yang berperan mempertahankan kadar gula darah yang. Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi. So, bayangkan saja bagaimana jadinya tubuh Anda jika tanpa insulin.
Dewasa ini, penyembuhan herbal memang cukup populer dilakukan oleh banyak orang yang mengalami diabetes. Namun para ahli medis malah mengatakan bahwa obat herbal bukan penyembuh yang baik, tak hanya untuk diabetes, namun juga untuk penyakit manapun. Alasannya memang jelas, obat herbal belum melalui uji klinis untuk menentukan kandungan apa saja yang ada di dalamnya. Tak heran jika banyak dokter yang tak menyarankan pasiennya untuk melakukan pengobatan herbal.
Meski demikian, hal ini tak menyurutkan para pasien diabetes untuk melakukan konsumsi herbal. Pasalnya, selain murah dan akrab dengan kehidupan sehari-hari, obat herbal juga dikenal minim efek samping sehingga mereka tak khawatir menggunakannya. Apakah Anda akan melakukan pengobatan herbal? Terserah Anda, pastinya. (vemale)

Teman-teman bisa coba obat herbal tiens dari kami yaitu Obat Herbal Diabetes Tiens yang terdiri dari Diacont, Chitosan, dan Shutang Calcium.




8 Faktor Pemicu Diabetes

Penyakit diabetes tipe 2 sering tidak terdeteksi pada tahap awal. Akibatnya, penderita diabetes baru banyak terdeteksi menderita serangan jantung, kebutaan, amputasi, sampai kematian akibat diabetes.
Dengan jumlah kasus mencapai 90% dari semua jenis diabetes, diabetes tipe 2 jenis yang paling umum diderita. Diabetes tipe ini terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tubuh berhenti merespon insulin, sehingga memicu tingginya tingkat glukosa dalam darah.

Ada beberapa hal yang tanpa disadari membuat seseorang lebih tinggi berisiko terkena diabetes. Jika Anda secara teratur tidur kurang dari lima jam sehari, risiko terkena diabetes dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidur 7 – 8 jam setiap malam.
Berikut ini beberapa penyebab seseorang dapat berisiko terkena diabetes, seperti dilaporkan oleh Daily Mail.


  1. Bentuk tubuh apel
    Ukuran pinggang yang semakin lebar beberapa kilogram bisa menyebabkan risiko diabetes tipe 2. Seorang wanita berisiko jika pinggang mereka diukur lebih dari 80 cm. Pria Asia berisiko tinggi jika ukuran pinggang mereka lebih dari 90 cm.
  2. Kurang tidur
    Jika seseorang secara teratur tidur kurang dari 5 jam sehari, maka mereka berisiko dua kali terkena diabetes dibandingkan mereka yang tidur 7 – 8 jam sehari. Kurangnya istirahat akan mengganggu irama sirkadian tubuh, jam internal yang mengatur tidur dan siklus bangun secara alami. Dan ini diyakini melepaskan hormon stres terlalu banyak.
  3. Kista ovarium
    Sebanyak 10% pasien dengan sindrom ovarium polikistik bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Seperti diabetes, sindrom ovarium polikistik berhubungan dengan ketidakseimbangan insulin. Jika terlalu banyak insulin dalam darah, ovarium memproduksi hormon testosteron terlalu banyak, sehingga gejala seperti pertumbuhan rambut yang berlebihan, jerawat, kenaikan berat badan, dan depresi. Peningkatan kadar insulin akan merusak ovarium dan pankreas, dan menyebabkan diabetes.
  4. Kehamilan
    Meskipun masih menjadi perdebatan, para ilmuwan menemukan bahwa satu dari 20 wanita hamil mengalami diabetes gestasional. Wanita hamil memproduksi gula ekstra untuk membantu janin tumbuh, sehingga mengganggu keseimbangan glukosa insulin normal, dan umumnya melahirkan bayi dengan ukuran lebih besar.

  5. Mendengkur
    Meskipun akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan, wanita yang mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih dari 7 kali lebih tinggi terkena diabetes di masa depan.Sebuah penelitian di Yale menunjukkan masalah mendengkur yang sudah parah, menciptakan peluang dari kadar gula darah yang lebih tinggi. Pendengkur berat lebih mungkin berisiko diabetes sebesar 50%. Salah satu faktor risiko mendengkur adalah kelebihan berat bedan, yang juga pertanda untuk diabetes tipe 2. Namun, ilmuwan mengklaim bahwa menurunnya saluran udara dapat menyebabkan peningkatan tingkat kortisol, yang menyebabkan tingkat glukosa meningkat.
  6. Melewatkan sarapan
    Penelitian di Australia menemukan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung mengalami penurunan mendadak pada gula darah di pagi hari, sehingga mereka lebih sering makan makanan manis. Inilah yang menyebabkan gula darah meningkat tiba-tiba dan merangsang insulin. Akibatnya sel-sel tubuh resisten terhadap efek dari hormon yang memungkinkan terjadinya diabetes.
  7. Minum jus buah
    Sebuah penelitian dari 70.000 wanita yang minum sekitar 180 ml jus buah per hari, berisiko 18% lebih besar terkena diabetes. Gula alami dalam buah-buahan sangat cepat diserap melalui perut, menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Namun, makan buah ketimbang jus akan memperlambat penyerapan karena serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
  8. Shift kerja
    Bekerja shift dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan diabetes tipe 2 sebesar 50%. Sebuah penelitian terbaru di Harvard University menemukan bahwa para pekerja yang bekerja malam hari dan sistem shift berisiko. Seperti halnya kurang tidur, shift kerja berpengaruh pada terganggunya irama sirkadian tubuh. (intisari)

Sunday, June 15, 2014

Solusi Mengatasi Diabetes dengan Mengkudu

Temans, tahukah Anda Mengkudu termasuk buah dengan kandungan proxeronine di dalamnya. Proxeronine merupakan bahan baku alkaloid dalam tubuh dan berfungsi untuk membuka pori–pori sel sehingga nutrisi dapat lebih mudah masuk ke dalam sel.
Selain nutrisi, melebarnya pori-pori sel tersebut juga semakin memudahkan sekresi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.
Seperti dijelaskan melalui obatdiabetesmelitus.net, kemampuan alamiah proxeronine tersebut menjelaskan khasiat buah mengkudu dalam hal mengatasi diabetes.
Adapun cara mengolah mengkudu menjadi obat diabetes antara lain sebagai berikut.
1. Bisa dimakan langsung bila Anda tahan akan rasa pahit dari buah mengkudu itu
2. Mengkudu yang telah dicuci bersih,ekstrak akan mengkudu diperas dibuat minuman/jus yang dicampur dengan madu atau perasa lain untuk menghilangkan baunya yang menusuk.
Untuk bahan obat umumnya masing-masing direbus dengan air kira-kira 3 gelas sampai mendidih dan jumlah air berkurang menjadi 1 gelas, lalu airnya diminum.
3. Jika Anda tidak tahan akan rasa pahit dari buah mengkudu, inovasi lain, bisa digunakan dengan cara mengiris tipis-tipis kira-kira diameternya ¼ cm tebalnya.
Setelah diiris-iris kemudian dijemur kira-kira 2-3 hari di bawah sinar matahari. Pada waktu dijemur, mengkudu ditutupi kain warna hitam karena kain warna hitam menyerap panas matahari, tetapi mencegah penyerapan sinar ultra-violet sehingga zat aktif ultravioletnya tidak masuk ke dalam mengkudu.
Setelah mengkudu dikeringkan sampai kadar airnya tinggal 10%, kemudian dimasukkan ke dalam plastik dan disimpan di tempat yang kering jika belum akan diproses.
4. Mengkudu dibuat jus dan dicampur dengan gula yang rendah kalori serta diberi sedikit madu untuk menghilangkan baunya. Takaran jus mengkudu untuk penderita diabetes adalah sebanyak 15 ml/50 kg berat badan diberikan 2 kali sehari pada pagi dan malam hari kira-kira setengah jam sebelum makan nasi atau 2 jam sesudah makan nasi, agar penyerapan atau absorbsi bahan aktif dalam ekstrak buah mengkudu tersebut berjalan sempurna. (vemale)

Rp. 138.000


Namun ada juga yang lebih mudah dengan mengkonsumsi Tiens Nonitrend  ektraksi buah mengkudu alias pace. 

Saturday, June 14, 2014

Rajin Minum Kopi Kurangi Risiko Diabetes?

Kopi memang telah diketahui sebagai minuman yang bermanfaat karena kandungan antioksidannya. Sebuah studi berskala di Amerika Serikat bahkan baru-baru ini menemukan, kebiasaan minum kopi dapat mengurangi risiko diabetes melitus.
Studi yang melibatkan lebih dari 123.000 orang dewasa itu menemukan, orang yang minum kopi lebih dari satu cangkir dalam sehari selama empat tahun mengalami menurunan risiko diabetes. Kesimpulan tersebut didapat melalui perbandingan dengan kelompok lainnya yang minum kopi kurang dari itu.
"Sepertinya ada pengaruh dosis kopi yang dikonsumsi dengan penurunan risiko diabetes," ujar ketua penelitian Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.
Menurut studi tersebut, semakin banyak konsumsi kopi semakin menurun risiko diabetes yang dihadapi seseorang. Minum kopi tiga hingga lima cangkir kopi dalam sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan.
Kendati demikian, tidak semua orang bisa minum kopi dalam jumlah yang sangat banyak dalam sehari. Pasalnya, kafein dalam kopi merupakan stimulan yang membuat orang tetap terjaga, waspada, dan membuat jantung berdebar-debar.
"Sulit untuk menentukan komponen apa dalam kopi yang dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun kombinasi dari antioksidan dan nutrisi pada kopi mungkin yang paling berperan," kata Hu.
Studi yang dipublikasi dalam jurnal Diabetologia tersebut menunjukkan adanya hubungan antara dosis kopi dan penurunan risiko diabetes. Meskipun, hubungan tersebut bukanlah hubungan sebab-akibat.
Studi sebelumnya pada binatang dan sejumlah kecil kelompok orang dewasa menunjukkan, tidak ada hubungan antara kopi dan penurunan resistensi insulin. Diketahui, resistensi insulin merupakan tanda-tanda dari diabetes.
Hu menegaskan, kopi dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat, namun untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2, maka itu bukan segalanya. "Orang harus menjaga berat badannya tetap ideal dan aktif secara fisik," katanya. (kompas)

Friday, June 13, 2014

Tiens Diacont Capsules | Obat Diabetes Tiens lengkap dengan Asam Amino Alami


BPOM : POM TR 082-397-631


Membantu menurunkan kadar gula darah dengan cara mengaktifkan sel-sel pada pankreas untuk memproduksi insulin, Mengontrol kadar gula darah pada level yang stabil dan sehat, Membantu membersihkan tubuh dari zat-zat sisa sehingga sirkulasi darah menjadi lancar.

KANDUNGAN : Sedum sp, dan Spirulina. 
 
Sedum sp, mengandung senyawa aktif yang dapat mendetoksifikasi zat-zat sisa di dalam tubuh. Sedum mampu mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes dan mengencerkan darah sehingga darah dapat mengantarkan oksigen dengan lebih efisien. Dengan lancarnya sirkulasi darah dan oksigen di dalam tubuh, kekebalan tubuh penderita diabetes akan meningkat.
 
Diacont bekerja dengan memperbaiki dan meningkatkan aktivitas sel-sel beta (bagian dari pankreas yang menghasilkan hormon insulin). Dengan demikian sel-sel pankreas yang terluka dapat diperbaiki kembali.

Fungsi :

- Mengaktifkan dan memperbaiki fungsi sel beta di pankreas untuk menghasilkan insulin.
 
- Menstabilkan dan membantu mengendalikan gula darah tetap pada level yang sehat.
 
- Diacont dapat membantu pemulihan luka borok atau bernanah pada penderita diabetes.

Sangat disarankan :

- Bagi penderita diabetes melitus.
 
- Penderita obesitas, hiperlipidemia, kolesterol tinggi, dan gangguan fungsi hati.

KETERANGAN : 

1. Aturan Minum Tiens Diacont Capsules : 2 x 2 kapsul SETELAH MAKAN

2. 1 Botol : isi 60 kapsul 375mg

3. POM TR 082-397-631



HARGA : Rp. 322.000,- /botol 

RESELLER & DROPSHIP WELCOME

Tiens Shutang Calcium Powder | Kalsium NHCP Tiens khusus diabetes melitus tipe 2


BPOM : POM SI 044-210-911

Meningkatkan fungsi pankreas, menurunkan kadar gula darah, mempercepat proses pengeringan luka, 
serta meningkatkan stamina. 


KANDUNGAN :

1. Vitamin A, C, D, B1, B2.

2. Pumpkin Powder (CTY), berfungsi untuk memperbaiki dan mengaktifkan kembali pankreas agar menghasilkan insulin.

3.  Kalsium AA-Ca memiliki keunggulan berupa: 

- Tingkat penyerapan yang tinggi, tidak memerlukan Vitamin D3.

- Struktur yang stabil sehingga tidak mudah bersatu dengan asam oksalat dan asam nabati di dalam usus.  

- Memiliki daya gabung yang sangat tinggi dengan jaringan tulang, 7 kali lipat daripada dengan jaringan lain, sehingga tidak menimbulkan penyakit pembentukan batu di dalam jaringan. 

- Bersifat netral sehingga tidak mengganggu saluran pencernaan terutama lambung. 

- Meningkatkan perkembangan enteric bacilli di dalam saluran pencernaan, mempertahankan fungsi normal saluran pencernaan dan meningkatkan imunitas tubuh. 


Fungsi : 

1. Mengaktifkan kembali pankreas agar sekresi insulin berjalan normal. 

2. Mempertahankan kesehatan tulang. 

3. Mengatur kontraksi dan relaksasi otot. 

4. Mengatur vitalitas sel-sel tubuh. 

5. Mempertahankan sirkulasi tubuh agar selalu normal. 

6. Mempertahankan detak jantung yang normal. 


Sangat disarankan bagi : Penderita diabetes dan orang yang memiliki kadar gula darah tinggi. 


Keterangan : 

1. Aturan : 1-2 x 1 bungkus. 

2. Diseduh dengan air hangat bersuhu 60-70 derajat Celcius. 

3. Dapat dikonsumsi bersama makanan lain.

4. POM SI 044-210-911.



HARGA : Rp. 200.000,- /box isi 10 sachet

RESELLER & DROPSHIP WELCOME

Cegahlah Diabetes Sebelum Terlambat


Seperti dilansir dari Foxnews.com bahwa Diabetes merupakan epidemi abad ke-21. Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan, saat ini terdapat 346 juta orang yang menderita penyakit ini. Di Indonesia, pada tahun 2020 diperkirakan ada 12 juta orang menderita diabetes. 

Pertambahan pesat jumlah penderita diabetes ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain pola hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak, gula, garam, serta kurang serat sehingga terjadi obesitas. 

Penderita diabetes tipe 2 kini juga bukan hanya pada orang dewasa. Padahal 20 tahun lalu, sangat jarang ditemui orang muda yang menderita penyakit ini.


Banyak orang yang masih menganggap remeh penyakit diabetes, padahal penyakit ini bisa merenggut penglihatan, ginjal, bahkan memicu kematian. Penderita diabetes juga menghadapi risiko stroke lima kali lebih tinggi dibanding orang yang tidak terkena diabetes. 

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup. Beberapa penelitian menyimpulkan ada 5 kebiasaan sehat yang bisa mengurangi risiko seseorang menderita diabetes sampai 80 persen. 

Ini adalah gaya hidup yang sebaiknya harus Anda miliki:



- Jaga berat badan ideal.

- Menghindari rokok.

- Kurangi asupan alkohol.


- Pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

- Olahraga 3 kali dalam seminggu, masing-masing setidaknya 20 menit.

Meski demikian, para ahli berpendapat satu faktor utama yang harus diperhatikan adalah menjaga berat badan tetap normal. Pria yang memiliki berat badan normal risikonya 70 persen lebih rendah untuk menderita diabetes dibandingkan dengan pria obesitas. Sementara wanita yang berat badannya normal risikonya 78 persen lebih rendah. 

Selain itu, lakukan deteksi dini atau pemeriksaan kadar gula darah secara teratur. Jika kondisi pradiabetes (kadar gula darah tinggi tapi belum termasuk diabetes) diketahui, perubahan gaya hidup bisa mencegah seseorang masuk dalam kategori diabetes.