Tuesday, July 22, 2014

Labu adalah sayuran manis yang baik jika dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun, beberapa mitos mengatakan kalau labu berbahaya bagi penderita diabetes. Mitos itu tidaklah benar. Ada baiknya mengetahui beberapa fata dari labu kuning ini.

  • Indeks glikemik. 
    Labu memiliki indeks glikemik yang sangat rendah. Indeks glikemik merupakan ukuran kecepatan makanan diserap menjadi gula darah. Makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, seperti kentang dan nasi putih, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes.

  • Labu dapat menyembuhkan pankreas. 
    Insulin diproduksi oleh pankreas dan ketika itu tidak berfungsi dengan baik, Anda bisa menderita diabetes. Nah, labu telah terbukti dapat menyembuhkan jaringan pankreas.

  • Tingkat pencegahan. 
    Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelum menderita diabetes, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan dengan mengonsumsi labu secara teratur. Hal ini dapat menurunkan risiko diabetes.
Untuk mengambil manfaat labu, kita bisa mengolahnya dalam beberapa bentuk. Kita dapat membuat hidangan pie labu yang lezat dan menggoda. Tambahkan kayu manis dan pala untuk memperkuat aroma pie yang kita buat. Atau rebuslah labu dan dimakan sebagai makanan penutup. Ingat, jangan menambahkan gula pada labu rebus tadi. Cara lain adalah dengan memasak labu dengan dipanggang atau direbus.
Cobalah para penderita diabetes mengonsumsi labu ini sebagai alternatif mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. (boldsky-intisari)

Shutang calcium Tiens obat herbal diabetes mengandung ekstraksi labu merah sehingga dapat menghasilkan insulin alami.

Monday, July 21, 2014

Sering Makan Tidak Teratur, Awas Diabetes

Dokter spesialis penyakit dalam dan diabetes Universitas Sumatera Utara, dr Dharma Lindarto SpPD-KEMD mengatakan, penyebab seseorang mengalami penyakit diabetes atau kencing manis, adalah pola makan tidak teratur dan gizi kurang seimbang.
"Orang yang terkena penyakit diabetes ini juga tidak pandang bulu, baik berusia muda maupun dewasa, warga negara mana maupun warna kulit," katanya dalam ceramah awam diabetes di kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin.
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Medan Dalam Rangka Hari Ulang Tahun ke-65 Pemprov Sumut.
Dharma mengatakan, diabetes adalah suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah atau "hiperglikemia".
Diabetes tersebut, menurut dia, disebabkan karena tubuh kekurangan insulin atau jumlah insulinnya cukup, namun tidak mampu bekerja dengan baik.
"Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, yang bekerja dengan cara merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula, dan meningkatkan jumlah gula yang disimpan dalam hati.Mencegah hati mengeluarkan terlalu banyak gula," ujarnya.
Dia menyebutkan, ciri-ciri gejala diabetes itu, mudah haus dan lapar, sering buang air kecil, berat badan berkurang tanpa sebab yang jelas, dan cepat lelah dan mengantuk.
Gejala lain yang mungkin timbul, yakni mudah terkena infeksi, luka sulit sembuh, sering kesemutan terutama di kaki, sering timbul bisul, dan penglihatan kabur.
Lebih lanjut Dharma mengatakan, pemeriksaan gula darah secara mandiri merupakan usaha yang terpenting dalam pengendalian diabetes.

Selanjutnya, jelasnya, untuk mencapai gula darah yang terkendali, lakukan pemeriksaan gula darah beberapa kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.
Diet atau pola makan yang seimbang, olahraga, secara teratur dan disiplin dalam minum obat.
"Mencatat dan mengevaluasi hasil tes gula darah dengan catatan harian atau memantau gula darah terakhir," kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) itu. (vemale)

Saturday, July 19, 2014

Sayuran Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit yang mematikan dan menakuti banyak orang, Seringkali tidak disadari oleh banyak orang karena penyakit ini bisa jadi akibat gaya hidup selain karena faktor keturunan.
Adapun untuk mengatasi penyakit seperti ini memang harus mengonsumsi makanan sehat. Namun tidak sembarang makanan sehat bisa dikonsumsi, bahkan sayur-sayuran. Berikut ini beberapa sayuran yang tak boleh dikonsumsi mereka yang mengalami diabetes.


Tomat
Tomat adalah salah satu jenis buah, namun bisa dikategorikan sebagai sayuran. Meski mengandung asam, namun pada dasarnya buah tomat ini manis. Hindari tomat mentah atau sekalipun dimasak, jangan terlalu banyak mengonsumsinya.
Kentang
Kentang adalah salah satu makanan dengan kandungan gula yang tinggi, selain itu juga mengandung pati yang tinggi sehingga tidak disarankan bagi mereka yang mengalami penyakit gula. Sebisa mungkin hindari makanan dengan bahan dasar kentang.
Buncis
Buncis memang bukan makanan manis, namun mereka mengandung pati. Anda harus menghentikan konsumsi makanan seperti ini. Sekalipun bisa mengonsumsinya, harus berupa buncis rebus atau dioven dan dalam porsi yang kecil.
Jagung
Jagung mengandung gula, terutama jagung manis. Bahan sayuran yang satu ini memang termasuk salah satu sayuran manis dan mengandung pati tinggi. Jadi, hindari konsumsi jagung dalam bentuk apapun.
Makanan Yang Dibungkus Daun
Hindari makanan yang dibungkus daun, apalagi daun pisang. Dilansir dari boldsky, kandungan gula dan pati di dalamnya sama kadarnya dengan pisang yang dihasilkan.
Ubi
Ubi manis merupakan makanan yang masih satu keluarga dengan kentang. Namun ubi manis mengandung glikemik yang lebih tinggi. Meski sehat, jangan konsumsi makanan ini, Ladies.
Hindari makanan ini dalam menu Anda bila mengalami diabetes. Bagi Anda yang masih sehat, jaga asupan gula Anda agar selalu berimbang. (vemale)

Tuesday, July 15, 2014

5 Makanan Yang Bisa Melawan Diabetes

Diabetes sudah menjadi masalah kesehatan yang mengganggu banyak orang di dunia. Gangguan ini melibatkan puluhan juta orang. Diabetes dianggap sebagai gangguan yang mematikan karena bisa melanjutkan komplikasi serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan kerusakan saraf.
Dilansir oleh Newsmaxhealth.com, diabetes dibagi jadi 2. Diabetes tipe 1 akan membuat penderitanya tidak dapat menghasilkan insulin yang diperlukan untuk memecah gula dan pati menjadi energi. Sedangkan diabetes tipe 2 membuat penderitanya tidak dapat menggunakan insulin dengan benar.
Cara memerangi diabetes adalah dengan pola makan. Inilah beberapa makanan yang dapat menurunkan gula darah:
Labu
Penelitian yang dilakukan East China Normal University menyebutkan bahwa bahan kimia dalam labu membantu meregenerasi sel pankreas yang rusak. Senyawa ini akan membuat pankreas memproduksi insulin. Labu yang dipakai adalah labu yang berwarna jingga.
FYI: Tiens Shutang Calcium juga mengandung bubuk labu merah sehingga baik sekali untuk penderita diabetes.
Kayu Manis
Walaupun namanya kayu manis, bahan makanan ini bersahabat dengan kesehatan Anda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tiga hingga enam gram kayu manis setiap hari dapat menurunkan kadar glukosa hingga 29 persen. Hal ini disebabkan karena kayu manis mengandung zat MHCP yang dapat memperbarui sel lemak untuk merespon insulin dan menghapus glukosa.

Buah Pome (Delima)
Buah pome atau delima memiliki khasiat yang sangat hebat untuk menjaga kesehatan manusia. Walaupun rasanya manis, para peneliti tidak melihat pengaruh manis itu pada kadar gula darah. Jus pome alami yang diminum setiap hari dapat menurunkan risiko kematian akibat diabetes.
Apel
Khasiat apel tidak diragukan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard University bahwa makan 2 porsi buah seperti apel, blueberry dan anggur dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 23 persen. Penelitian lain juga membuktikan bahwa orang yang rutin makan apel setiap hari akan menurunkan risiko diabetes sebanyak 20 persen.

Bawang Putih
Bawang putih sudah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional dalam banyak kebudayaan. Menurut .S. Department of Agriculture's Human Nutrition Center, bawang putih dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah. Dalam penelitian lain, bawang putih terbukti dapat menurunkan gula darah. Hak ini disebabkan karena bawang putih bisa merangsang pembentukan insulin.


10 Gejala Diabetes Yang Harus Anda Waspadai

Diabetes adalah penyakit yang sulit mendeteksi gejala awalnya, karena gejala yang ditimbulkan sering dianggap ringan dan diabaikan. Karena gejala awal ini sering dianggap biasa, penderita diabetes sering tidak menyadari bahwa dia sudah harus melakukan beberapa perawatan medis. Banyak juga penderita diabetes yang terlambat ditangani sehingga membahayakan kesehatan bagian tubuh lain.
Penting bagi semua orang untuk tahu gejala awal diabetes, tidak hanya bagi Anda yang berisiko tinggi, tetapi juga Anda yang merasa sehat-sehat saja dan tidak ada bakat diabetes. Jangan jadikan usia muda sebagao patokan untuk waspada, karena semakin banyak penderita diabetes berusia muda bahkan remaja. Dilansir Genius Beauty, inilah 10 gejala diabetes yang tidak boleh Anda remehkan.


1. Buang Air Kecil Lebih Sering
Ini merupakan indikasi lain bahwa seseorang mengidap diabetes. Jika Anda lebih sering buang air kecil lebih sering, kondisi ini disebut poliuria.
2. Sering Haus
Tanpa sebab yang jelas, Anda merasa sangat haus sepanjang hari dan ingin minum. Ini terjadi karena tubuh kehilangan air akibat poliuria dan membutuhkan kembali pasokan cairan tubuh.
3. Berat Badan Turun Tanpa Sebab
Jangan senang dulu saat berat badan Anda turun tanpa sebab. Berat badan seharusnya turun jika Anda mengubah pola makan, melakukan aktivitas melebihi aktivitas biasanya atau baru sembuh dari sakit. Berat badan yang turun tanpa sebab bisa menjadi gejala diabetes tipe 1. Ketika seseorang sudah terkena diabetes, tubuh tidak bisa lagi menggunakan glukosa dengan tepat, dsehingga timbunan lemak akan digunakan sebagai energi. Hal itulah yang membuat seseorang kehilangan berat badan.
4. Penglihatan Semakin Lemah
Jika penglihatan Anda semakin sering kabur, itu bisa disebabkan katena tingkat glukosa dalam darah meningkat. Glukosa tersebut akan menumpuk di sekitar lensa mata, sehingga penglihatan Anda sering tidak fokus.
5. Mengalami Penggelapan Warna Kulit
Bintik-bintik gelap mulai muncul di kulit. Biasanya bintik atau penggelapan kulit terjadi di sekitar leher dan merupakan indikasi diabetes. Tubuh merespon insulin dengan menghasilkan lebih banyak pigmen, sehingga beberapa bagian kulit menjadi lebih gelap.
6. Kaki Mati Rasa Saat Ditusuk Jarum
Indikasi lain diabetes adalah menurunnya fungsi saraf yang menghilangkan sensasi sakit pada tungkai kaki, atau sering kesemutan. Waspada gejala ini, apalagi jika Anda tidak merasa sakit saat kaki tertusuk jarum.
7. Sering Merasa Lapar
Kadar insulin membuat orang merasa mudah lapar walaupun sudah makan banyak dari biasanya. Dorongan rasa lapar ini memuat seseorang makan lebih banyak atau secara medis disebut dengan polifagia.
8.Mudah Lelah
Anda lebih mudah lelah daripada biasanya. Waspadai gejala ini karena ini merupakan gejala diabetes.
9. Sering Mengalami Infeksi Vagina dan Saluran Kemih
Ketika glukosa sudah melebihi batas tertentu, beberapa tubuh Anda akan mengalami infeksi berkala. Jika Anda lebih sering mengalami infeksi, terutama pada vagina dan saluran kandung kemih, bisa jadi ini adalah gejala diabetes.
10. Luka Butuh Waktu Lama Untuk Sembuh
Indikasi mudah untuk mengetahui gejala diabetes adalah luka pada tubuh Anda. Jika Anda mengalami luka potong atau luka gores yang lama kering dan lama sembuh dibanding biasanya, ini adalah gejala yang harus diwaspadai. (vemale)

Sunday, July 13, 2014

Hati-hati Diabetes Pada Anak

Dulu punya anak yang badannya gemuk, banyak orangtua yang senang. “Ih, lucu ya anaknya gemuk banget”. Begitu sebagian komentar orang yang berpapasan. 

Tapi hati-hati lo ternyata gemuk bukan hanya lucu tapi bisa berisiko terhadap kesehatannya.


“Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling serius di abad ini. Dan sudah menjadi masalah selama lebih dari 25 tahun. Amerika Serikat menduduki peringkat tertinggi dalam masalah obesitas ini,” demikian diungkapkan dr. Aman Pulungan, Sp.A (K), konsultan endokrinologi anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM dalam presentasinya beberapa waktu lalu.
Obesitas bukan hanya masalah estetika saja, tapi bisa karena gen dan lingkungan, pola makan yang tidak memenuhi gizi seimbang, dan kurangnya aktivitas. Diperlukan pencegahan pada anak supaya tidak menjadi obesitas dan kalau sudah terjadi, pengobatan harus diberikan supaya anak tersebut tidak menderita penyakit lain akibat obesitas.
Konsekuensi yang harus diterima oleh anak obesitas adalah resistensi insulin, suatu kondisi ketika sensitivitas insulin menurun. Sensitivitas insulin adalah kemampuan dari hormon insulin menurunkan kadar glukosa darah dengan menekan produksi glukosa hepatik dan menstimulasi pemanfaatan glukosa di dalam otot skelet dan jaringan adiposa.
Resistensi insulin dapat menyebabkan:
  • Intoleransi glukosa
  • Gangguan metabolisme melemak
  • Hipertensi
  • Polycystic Ovary Syndrome (POS)
  • Akhinya menjadi Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2)
Sementara data menyebutkan bahwa 25% anak obesitas menunjukkan gejala intoleransi glukosa. Data dari American Diabetes Association 2010 menunjukkan bahwa 1 dari 400-600 anak dan remaja dijumpai DM Tipe 1 dan sama dengan prevalensi untuk DM Tipe 2. Dua juta (atau 1 dari 6 remaja obes) umur 12 – 19 tahun sudah dalam tahap pre-diabetes.
Di Indonesia, pasien DM Tipe 1 pada awal pendataan Mei 2009 berjumlah 156 pasien, dengan 86 perempuan dan 70 laki-laki. Data hingga April 2011 menunjukkan peningkatan yaitu menjadi 609 pasien, dengan perincian 356 perempuan dan 253 laki-laki. Sementara pasien DM Tipe 2 yang terdata sebanyak 30 pasien, 13 perempuan dan 17 laki-laki.
Untuk itulah dr. Aman Pulungan, Sp. A. (K), menyarankan jika dijumpai tanda mencurigai pada anak sebaiknya dilakukan penapisan sindrom metablik dan diabetes. Penapisan sangat membantu dalam diagnosis dan tata laksana dini pada pasien.
Bila seorang anak diketahui secara dini menderita DM Tipe 2, kemudian selama 20 bulan dipantau terus gula darahnya, pola makan mengikuti pola gizi seimbang dengan kebutuhan kalori per hari harus dihitung dengan memperhatikan usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, serta olahraga yang tertatur, niscaya anak tersebut masih bisa disembuhkan. (intisari)

Friday, July 11, 2014

Pilah Pilih Makanan Aman Penderita Diabetes

Makanan seperti apa yang tingkat indeks glikemik (IG) dan glycemic load (GL)-nya aman bagi penderita diabetes?



IG & GL tinggi
Makanan IG & GL yang tinggi akan membuat gula darah melonjak. Lonjakannya akan bertahan selama 3 jam. Makanan ini segera menaikkan gula darah dan karena di balik kenaikan tersebut terdapat power untuk mempertahankan lonjakan.
Makanan dengan IG & GL tinggi akan membuat kadar gula darah puasa maupun 2 jam sesudah makan tetap tinggi sekalipun makanan tersebut dikonsumsi dalam porsi kecil.
Contoh makanan dengan IG & GL tinggi adalah makanan manis seperti sirup, softdrink, dan makanan sumber karbohidrat simpleks (tepung) seperti kue kering dan tart.

IG tinggi, GL rendah
Makanan IG tinggi, GL rendah seperti wortel impor atau kentang hanya akan meningkatkan kadar gula darah sesaat tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah 2 – 3 jam sesudah makan. Makanan ini tidak memiliki power untuk mempertahankan lonjakan kenaikan gula darah walau IG-nya tinggi. Namun, jika makanan tersebut dikonsumsi bersama makanan ber-GL tinggi seperti jus buah tanpa gula, maka akan terjadi kenaikan gula darah dalam waktu 2 – 3 jam sesudah makan.

IG rendah, GL tinggi
Makanan dengan IG rendah, GL tinggi dapat menaikkan gula darah tetapi kenaikannya hanya terjadi jika bahan makanan tersebut dikonsumsi dengan porsi besar.  Contohnya, jus buah tanpa gula.
Minuman seperti ini tidak menaikkan kadar gula darah seketika bila tidak mengandung sukrosa ataupun glukosa, sementara kandungan fruktosa (gula buah)-nya cukup besar sehingga dapat menaikkan kadar gula darah setelah 2 – 3 jam jika dikonsumsi dalam porsi cukup besar.

IG & GL rendah
Inilah jenis makanan terbaik untuk mengurangi kemungkinan lonjakan kenaikan gula darah seketika sesudah makan maupun kenaikan kadar gula darah 2 – 3 jam sesudah makan. Conoh makanan seperti ini adalah kedelai.
Beberapa penelitian terhadap sejumlah diabetesi memperlihatkan mereka yang mengonsumsi camilan dari kedelai seperti tahu dan tempe, kadar gula darah 2 jam sesudah makan sedikit lebih rendah daripada kadar gula darah puasa.
Jenis makanan ini sering digunakan sebagai suplemen dalam mengombinasikan makanan untuk mencegah kenaikan gula darah. Formula susu diabetes yang sengaja diproduksi untuk mengendalikan gula darah, salah satu contohnya.